Pernah dengar nyinyiran :

“hamil kok perutnya kecil?”

“Hamil kok ga gendut sih?”

“Oh kamu lagi hamil, kirain Cuma buncit aja kebanyakan makan”

Iyes, saya hamil dan terlihat seperti tidak hamil malah lebih cenderung terlihat seperti orang buncit. Ada yang bilang seperti orang busung lapar. Elus-elus dada setiap kali ada nyinyiran seperti itu.

Aku memang hamil dengan kondisi seperti itu, badan yang tidak gemuk dan perut yang Cuma terlihat seperti buncit. Tapi percayalah di dalam perut aku ini, ada mahluk kecil mungil yang luar biasa sedang hidup dan tumbuh. Dan dia butuh ibunya untuk senang agar dia juga ikut senang. Perutku terlihat membesar ketika menginjak usia kehamilan 8 bulan. Padahal selama hamil aku naik 12kg (dari 50kg menjadi 62kg dan doyan banget makan). tapi mungkin karena postur tubuh ku yang tinggi dan sewaktu gadis tergolong kurus makanya pas hamil terlihat tidak seperti ibu hamil. Perubahan tubuh yang signifikan hanya pada paha yang terasa semakin banyak timbunan lemaknya. Bagian tubuh yang lain tidak terlihat perbedaannya. Pakaian pun masih menggunakan pakaian sebelum hamil, mulai dari celana kerja, kemeja kerja, kaos, jeans, CD dan bra. Sedih memang denger nyinyiran itu apalagi kalau keluar dari seorang wanita juga. Miris rasanya. Pernah suatu saat ada seorang ibu nanya

Ibu2 : “ Mba kamu hamil?”

Aku : “ Iya bu” sambil senyum sopan. Ini ditanya pas hamil 7 bulan (kalau kata mamaku, perut aku kaya ukuran hamil 4 bulan ibu hamil pada umumnya)

Ibu2 : “Kok ga keliatan ya? Kecil banget loh” ah hati mulai ga enak.

Aku : “Iya bu, emang kecil”

Ibu2 : “coba periksain ke dokter. Jangan-jangan kenapa-kenapa lagi sama bayinya. Abisnya kecil banget buat ukuran 7bulan”

Aku Cuma senyum setengah hati sambil ngelongos pergi. Pulang kantor ketemu suami langsung nangis. Sedih banget L . nyinyiran-nyinyiran itu datang sejak usia kehamilanku 5 bulan, pas orang-orang sekitar tau aku hamil. Diragukan kehamilanku karena kecil dan tidak terlihat seperti orang hamil, perut membesar, badan jadi gemuk dan mual-mual. Tapi itu lah kehamilanku, aku tidak terlihat gemuk dan mengalami morning sickness yang berarti. Bayi di dalam perutku allhamdulilah baik-baik saja dan termasuk normal walaupun dengan berat badan yang pas-pasan tapi tidak ada yang kurang, semuanya sehat. Saking seringnya dapet nyinyiran kaya gitu, sekalinya ada orang yang bilang “kok hamilnya ga keliatan ya. Kecil” aku langsung jawab “kenapa? Kaya orang busung lapar? Atau kaya orang buncit?” atau “Kenapa?keren ya gua, udah hamil gede tapi masih langsing” (yang ini paling suka, diajarin suami, bikin orang yang nanya jadi keki sendiri) lalu pergi ninggalin tuh orang tanpa peduli reaksi mereka. Padahal dalam hati istighfar berkali-kali dan berdoa supaya bayiku sehat dan lengkap semuanya. Bukan hanya kata-kata pedas seperti itu, sikap lingkungan yang kurang ramah dengan ibu hamil yang seperti aku pun pernah aku alami. Ketika naik busway tidak ada seorangpun yang menawari aku duduk termasuk kondekturnya ini sempat berkali-kali kejadian mulai usia kehamilan 3 bulan samapi 6 bulan. Lebih parah lagi pas mau keluar dari buswaynya orang-orang tidak memberikan jalan yang cukup untuk ku. Susah payah aku melindungi perut aku agar tidak tertekan. Akhirnya aku teriak minta tolong sama kondektur buswaynya, bilang kalo aku lagi hamil barulah orang-orang berhenti mendorong dan membuat sedikit ruang untuk aku keluar dari busway. Mungkin yang paling sedih ketika aku dan salah satu ibu hamil lainnya dari kantor sebelah kantor ku sama-sama masuk lift untuk makan siang, kami sama-sama berdiri di tengah-tengah lift pas di lantai 27 banyak orang yang masuk lift, aku di dorong ke pojok belakang sedangkan ibu-ibu hamil itu di lindungi sama ibu-ibu yang baru masuk di lantai 27 itu mereka bilang ke temennya “hati-hati ada ibu hamil nih, jangan di dorong” jadilah mereka mepet ke bagian pojok (FYI, ibu hamil yang itu badannya besar dan gendut terlihat sangat hamil. Usia kandungan kami Cuma beda 2minggu). Aku coba buat mengerti ketidaktahuan mereka tapi tetep aja ini bikin sedih. Sikap dan nyinyiran itu bikin drama banget, nangis setiap pulang kerja di punggung suami (ini nangis di jalan pulang, kita pulang naik motor btw), bikin mood berantakan, jadi mikir yang negatif. Tapi dari situ aku belajar satu hal, kalau aku tidak boleh membanding-bandingkan kehamilan seseorang dengan orang lain apalagi diri aku sendiri. Setiap ibu hamil itu berbeda. Dan samapi sekarangpun aku selalu berusaha mengingatkan diriku sendiri untuk tidak mengomentari tentang kehamilan seseorang. Tidak menyamakan kehamilanku dengan kehamilan mereka. Berbahagialah ibu-ibu hamil diluar sana apapun dan bagaimanapun kondisinya. Semoga sehat dan lancar sampai melahirkan. xoxo

Semoga ada orang lain diluar sana yang senasib denganku *nyari temen🙂