POLITIK

Politik berasal dari bahasa Belanda politiek dan bahasa Inggris politics, yang masing-masing bersumber dari bahasa Yunani τα πολιτικά (politika – yang berhubungan dengan negara) dengan akar katanya πολίτης (polites – warga negara) dan πόλις (polis – negara kota).

Secara etimologi kata “politik” masih berhubungan dengan polisi, kebijakan. Kata “politis” berarti hal-hal yang berhubungan dengan politik. Kata “politisi” berarti orang-orang yang menekuni hal politik.

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.[1] Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

–          politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)

–          politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan Negara

–          politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat

–          politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.

Teori politik

Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. Bahasan dalam Teori Politik antara lain adalah filsafat politik, konsep tentang sistem politik, negara, masyarakat, kedaulatan, kekuasaan, legitimasi, lembaga negara, perubahan sosial, pembangunan politik, perbandingan politik, dsb.

Terdapat banyak sekali sistem politik yang dikembangkan oleh negara negara di dunia antara lain: anarkisme,autoritarian, demokrasi, diktatorisme, fasisme, federalisme, feminisme, fundamentalisme keagamaan, globalisme, imperialisme, kapitalisme, komunisme, liberalisme, libertarianisme, marxisme, meritokrasi, monarki, nasionalisme, rasisme, sosialisme, theokrasi, totaliterisme, oligarki dsb.

Perilaku Politik

Perilaku politik atau (Inggris:Politic Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah:

–          Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat / pemimpin

–          Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat.

–          Ikut serta dalam pesta politik

–          Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas

–          Berhak untuk menjadi pimpinan politik

–          Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku.

Masalah Utama Negara dan Pengertian Politik

Masalah utama dari negara yang sedang menuju demokrasi yang seutuhnya seperti Indonesia terdapat masalah di pelembagaan demokrasi. Dimana menjadikan setiap orang yang mengambil keputusan untuk atau atas nama seluruh rakyat banyak bisa berjalan sesuai dengan kadiah dan norma norma demokrasi yang ada tanpa menyimpang dan jika ada kedudukan pasti bagi setiap orang (seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat ) yang menyebabkan orang melakukan segala cara untuk mendapat kedudukan tersebut demi kepentingan diri sendiri tentu saja itu harus dibuang dan harus membangun semangat nasionalisme demi kepentingan kemajuan bangsa itus endiri. Diharapkan lembaga politik menjadi lembaga yang terbuka bagi setiap orang dan dapat mencerminkan setiap kepentingan rakyat banyak dapat terpenuhi dan dapat mendapatkan kesejahteraan yang sesungguhnya tanpa terdapat persoalan kepentingan diri sendiri.

Demi terwujudnya lembaga demokrasi diperlukan hukum yang jelas dan sesuai serta perundang undangan yang selalu mendorong terbentuknya perilaku yang demokratis sampai jika bisa menjadi pandangan hidup seseorang. Selain itu untuk terbentuknya hubungan antar negara dibutuhkan yang dinamakan hubungan internasional. Dalam bentuk sesungguhnya hubungan internasional adalah hubungan antar setiap negara untuk mencakup semua interaksi seperti hubungan bilateral atau multitateral entah itu untuk hubungan perdagangan ataupun hubungan suatu lobi politik. Prakteknya hubungan internasional rata rata diperankan oleh diplomat duta besar masing masing negara selain tentara. Sedangkan semakin majunya perkembangan zaman , banyak perusahaan yang ataupun perusahaan internasional yang bisa berperan penting di politik internasional.

Meskipun di Indonesia ketika masyarakat mendengar kata politik maka yang akan terlintas di pikiran adalah kotor maupun korupsi yang terjadi di dalam politik Sesungguhnya politik sangat dibutuhkan oleh setiap orang untuk bersosialisasi bersama orang lain, oleh karena itu pemerintah harus bisa merupakan pikiran masyarakat tentang politik itu sendiri.

source : http://id.wikipedia.org/wiki/Politik

http://9triliun.com/artikel/866/pengertian-politik.html