Masyarakat Multikultural

Di dunia global saat ini, banyak kita temukan kota-kota di sekitar kita dan daerah perkotaan yang jauh lebih besar merupakan gambaran yang nyata dan benar atas fenomena abad ke-21 di mana masyarakat multicultural adalah suatu hal yang jamak dan biasa. Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Makasar, Surabaya, dan Yogyakarta adalah wajah global Indonesia karena masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia pasati ada yang tinggal di kota-kota besar tersebut. Di dunia yang lebih luas atau dalam skala internasional, kota-kota besar seperti Amsterdam, Berlin, London, Moskow, New York, Shanghai dan Singapura adalah wajah dari masyarakat global yang lebih luas dan lebih besar. Bagaimana persepsi Anda pada masyarakat multi kulturan tersebut dalam beberapa dekade berikutnya?

Orang pergi merantau keluar dari daerahnya pasti untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia di mana penduduk daerah pergi ke Jakarta untuk mencari kehidupan yang lebih baik tetapi juga lebih dahulu terjadi di Amerika pada abad ke-19 dan ke-20. Di Eropa proses perpindahan penduduk seperti ini juga terjadi tetapi juga pada skala lokal dalam negara. Biasanya merupakan pusat kota atau ibukota negara. Proses perpindahan penduduk ini telah membentuk persepsi bahwa masyarakat multi budaya akan terbentuk di kota seperti Jakarta atau kota-kota besar lainnya di dunia. New York adalah contoh yang baik, di mana sebagian besar migran beralkuturasi, mengadopsi budaya tetapi dalam bentuk budaya yang mandiri dan khas serta secara khusus membentuk kebudayaan mereka atau disebut sebagai “Multi-budaya”.

Pada abad ke-21 ini banyak kota kota di dunia yang telah menjadi berkembang dan masyarakatnya menjadi multi budaya karena hampir semua laar belakang masyarkatnya berbeda dan mau tidak mau mereka berkembang bersama dan budaya mereka pun akhirnya berpadu dan membentuk budaya multikiultural yang khas. Akan tetapi tetap saja ada perkecualaian di mana tidak semua latar belakang bisa berpadu. Kita bisa jumpai di mana pun pasti ada sebagian migrant yang lebih memilih untuk hidup dalam komunitas mereka sendiri, dan sering membawa kebiasaan mereka sendiri dengan cara mereka sendiri. Masyarakat multikultural terbentuk karena beberapa aspek. Yang sering terjadi adalah penerimaan bahasa lokal dan pernikahan antara anggota dua budaya yang berbeda yang merupakan dua unsur penting dari masyarakat multikultural. Penggabungan dari makanan yang kita makan, dan pakaian yang kita kenakan juga merupakan faktor pendukung terbentuknya masyrakat multikultural. Akan tetapi ada pertanyaan bagaimana bisa mesyarakat multicultural terbentuk jika pendatang baru dan orang-orang lokal hidup terpisah satu sama lain. Masyarakat multikultural bisa terbentuk tanpa sentuhan langsung. Melalui transaksi dan perpaduan kepentingan, masyarakat multicultural bisa terbentuk.

Dampak dari masyarkat multikultural telah membuat banyak orang sukses dan berhasil karena mereka telah benar-benar memeluk ide masyarakat global. Berbagai kejutan dari para pemimpin bisnis dan politik yang menikah dengan mitra dari negara yang berbeda, berbicara beberapa bahasa, dan mobilitas lintas negara telah membentuk suatu masyarakat multikultural yang dinamis. Orang-orang dengan pandangan sempit sering berpikir dengan pola mono-budaya, dan lebih memilih untuk tinggal di komunitas mereka sendiri. Percayalah ini akan membuatnya gagal menerima hal baru dari budaya lainnya. Kenyataan ini hal ini bisa menjadi batas antara masyarakat yang berhasil dan masyarakat yang gagal karena tidak memeiliki keterbukaan atas perubaan yang terjadi sementara dunia berkembang secara dinamis. Jika kita tidak bis amengikutinya maka kita akan jalan di tempat.

Masyarakat multikultural yang bekerja dalam masyarkat global akan lebih terbuka dan permisif dalam menerima budaya baru. Hal ini sesuai dengan masyarakat abad ke-21 yang juga memiliki cita-cita ini. Sehingga tidak mengejutkan jika masyarakat mulikultural mudah terbentuk pada masyarakat kota-kota besar yang masing-masing memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Ke depan kota-kota yang berkembang semakin pesat akan mengalami hal yang sama karena kota yang berkembang akan mengundang orang untuk datang dan menetap dan akhirnya mereka bisa berakulturasi membentuk masyarakat multikultural.

 

 

original artikel : http://9triliun.com/artikel/1175/masyarakat-multikultural.html