Dalam merencanakan pembangunan nasional terdapat dua langkah yang perlu dipertimbangkan  :
1.    Menentukan strategi perencanaan pembangunan dengan menetapkan strategi dasar yang meliputi tujuan pembangunan nasional, penentuan sasaran umum pembangunan nasional, dan penentuan prioritas pembangunan.
2.    Penentuan kerangka rencana pembangunan. Hal ini disebut sebagai kerangka makro rencana, yang berupaya menghubungkan antara variabel, pembangunan dari segenap aspek kehidupan bangsa dan negara.

Unsur-Unsur Masukan Penyusunan Strategi Nasional :
1.    Kemakmuran dibidang materi artinya mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
2.    Kesejahteraan mental, mendapat pendididkan yang layak dan kebebasan dalam mengutarakan pendapat tanpa ada tekanan dari pihak manapun.
3.    Ketentraman jasmani dan rohani
4.    Kebahagian, termasuk pengakuan dari masyarakat
5.    Masyarakat dan bangsa yang berkeadilan sosial

Aspek Strategi Pembangunan Nasional
Pemerintah akan membuat strategi pembangunan nasional dengan mempertimbangakan beberapa aspek, yaitu :
a.    Pertimbangan posisi geografis
b.    Potensi nasional suatu bangsa
c.    Kedaulatan sebagai modal dasar pembangunan nasional
d.    Penduduk sebagai moral dasar pembangunan
e.    Stabilitas politik sebagai sarana kelanjutan pembangunan nasional
f.    Stabilitas pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kelanjutan pembangunan
g.    Kelestarian lingkungan yang memungkinkan dapat memanfaatkan sumber alam yang dapat diperbaharui, sedangkan bagi sumber alam yang tidak dapat diperbaharui harus mampu mendapatkan pengganti alternatif
h.    Pelestarian kepribadian bangsa

Strategi Pembangunan di suatu Negara meliputi beberapa bidang, diantaranya :
1.    Pembangunan di bidang Politik
2.    Pembangunan di bidang ekonomi
3.    Pembangunan di bidang Sosial Budaya
4.    Pembangunan dibidangpertahandankemanan

Indonesia mempunyai strategi pembangunan pada masa orde baru yaitu REPELITA. Repelita atau Rencana Pembangunan Lima Tahun adalah satuan perencanaan yang dibuat oleh pemerintah Orde Baru di Indonesia.
•    Repelita I (1969 – 1974) bertujuan memenuhi kebutuhan dasar dan infrastruktur dengan penekanan pada bidang pertanian.
•    Repelita II (1974 – 1979) bertujuan meningkatkan pembangunan di pulau-pulau selain Jawa, Bali dan Madura, diantaranya melalui transmigrasi.
•    Repelita III (1979 – 1984) menekankan bidang industry padat karya untuk meningkatkan ekspor.
•    Repelita IV (1984 – 1989) bertujuan menciptakan lapangan kerja baru dan industri.
•    Repelita V (1989 – 1994) menekankan bidang transportasi, komunikasi dan pendidikan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Repelita