SISTEM
Sistem berasal dari bahasa latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambar suatu set entitas yang berinteraksi. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya Negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu Negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang beradadi Negara tersebut.

SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem Perekonomian merupakan sistem yang digunakan oleh suatu Negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di Negara tersebut. Setiap Negara memiliki cara tersendiri untuk mengatur sistem perekonomiannya. Ini tergantung pada peraturan Negara tersebut.Banyak faktor yang mempengaruhi sistem perekomonian suatu Negara diantaranya ideologi, sejarah, kebudayaan, jati diri bangsa, dan struktur ekonomi yang diterapkan.
Berikut beberapa sistem perekonomian yang pernah ada :
1.    Sistem Perekonomian Pasar (Libelaris / Kapitalis)
Sistem perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan libelarisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas membeli dan menjual barang-barang yang merekainginkan (dalam batas-batas tertentu).Sebagai akibatnya, barang yang di produksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan. Sistem ini banyak dianut oleh Negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat. Ciri dari sistem perekonomian pasar ini antara lain terjadi persaingan bebas, cenderung terjadi monopoli karena peranan modal sangat besar dan peran pemerintah terbatas, kualitas barang dan pelayanan terjamin (terjaga atau bermutu) dan lain-lain.
2.    Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / Sosialis)
Sistem ini merupakansistem perekonomian yang faktor produksi dari suatu Negara di atur sepenuhnya oleh Pemerintah. Pemerintahakan mengelola faktorfaktor produksi dan kemudian akan diserahkan faktor-faktor produksi tersebut kepada masyarakat jika pemerintah menganggap bahwa masyarakat telah cukup matang untuk mengelola faktor produksi tersebut sendiri. Sistem ini banyak dianut oleh Negara-negara di Eropa Timur sampai akhir abad ke 20 dan beberapa Negara di Asia seperti Korea Utara, Kuba dan Vietnam. Beberapa ciri dari sistem perekonomian ini yaitu, seluruh sumber daya (faktor produksi) dikuasai oleh pemerintah, masyarakat tidak mempunyai hak untuk mengelola jika tidak ada perintah dari Pemerintah, pemerintah mengatur segalanya mulai dari produksi sampai distribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah bertanggung jawab penuh atas perekonomian Negara dan lain-lain.
3.    Sistem Perekonomian Campuran
Sistem ini merupakan gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut para ahli (Griffin) tidak ada satu Negara pun yang hanya menganut sistem perekonomian pasar saja atau terencana. Pemerintah akan ikut campur dalam mengatur perekonomian (faktor-faktor produksi)  dan akan bekerja sama dengan pihak swasta dalam mengelolanya. Sistem ini banyak dianut oleh Negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.  Cirri dari sistem perekonomian ini antara lain, kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan pihak swasta, masyarakat dapat ikut campur dalam mengolah sumber daya untuk di produksi, masyarakat yang memiliki kreatifitas dapat berkembang dan lain-lain.

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
1.    Perkembangan Sistem Perekonomian sebelum Orde Baru
Sistem Perekonomian Indonesia pada zaman sebelum orde baru lebih menekankan kepada sistem koperasi. Masyarakat harus saling tolong menolong sesama.
2.    Sistem Perekonomian Indonesia Berdasarkan Demokrasi Pancasila
Sistem yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi yang artinya, semua kegiatan ekonomi dilakukan oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah yang sesuai dengan pasal-pasa dalam undang-unadang yaitu pasal 23, 27, 33, dan 34.
Ciri-ciri Sistem Perekonomian Indonesia berdasarkan Demokrasi Pancasila :
a.    Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
b.    Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak akan dikuasai oleh Negara.
c.    Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
Dan lain-lain sesuai dengan pasal 33 UUD pasal 1,  2 dan 3.
3.    Perkembangan Sistem Perekonomian Indonesia setelah orde Baru
Pada tahun 1965-1969 sektor ekonomi dan sektor kehidupan lainnya melakukan perbaikan agar perekonomian Indonesia dapat stabil dan dapat berjalan sesuai dengan yang tertuang pada undang-undang. Terjadi beberapa inflasi yang sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia, oleh karena itu presiden pada saat itu mencetuskan program Pembangunan Lima tahun Pertama (REPELITA) yang di mulai pada tahun 1969 dengan harapan agar perekonomian Indonesia terus membaik dari waktu ke waktu.
4.    Perkembangan Sistem Perekonomian Indonesia Setelah Reformasi
Reformasi terjadi tahun 1998  perekonomian di Indonesia mulai dikembangkan menjadi sistem ekonomi kerakyatan, dimana rakyat memegang peranan sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi dan pemerintah mengawasi keseimbangan pasar.
5.    Sitem Perekonomian Indonesia Menentang adanya sistem Free Fight Libelarism, Etatisme, dan Monopoli.
a.    Free Fight System
Adalah adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah. Sistem ini tidak sesuai dengan sistem perekonomian Indonesia.
b.    Etatisme
Adalah keikutsertaan pemerintahan yang terlalu dominan sehingga mematikan motifasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Sangat bertentangan dengan sistem di Indonesia dimana sistem perekonomian Indonesia mengikutsertakan rakyatnya sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi dan pemerintah hanya sebagai pengawas keseimbangan pasar.
c.    Monopoli
Adalah suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen. Mau tidak mau konsumen harus mengikuti aturan dari sistem monopoli.

http://staff.unila.ac.id/sigit/files/2012/08/Sistem-Perekonomian-Indonesia.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian