Soal 3-4 : Salah satu cara bagi perusahaan untuk mendapatkan pendanaan jangka panjang adalah dengan menerbitkan instrument utang tak lancar dalam bentuk obligasi.
Diminta :
a. Jelaskan bagaimana akuntansi untuk penerbitan obligasi yang disertai waran pembelian saham yang terpisah
b. Bandingkan antara obligasi seri (serial bond) dan obligasi berjangka (term bond)
c. Beban bunga, dengan metode bunga efektif yang diterima secara umum, sama dengan nilai buku utang (nilai nominal ditambah premium atau dikurangi diskon yang belum diamortisasi) dikalikan dengan tingkat bunga efektif utang. Premium atau diskon diamortisasi habis selama umur obligasi. Jelaskan bagaimana beban bunga maupun nilai buku utang berbeda dari tahun ke tahun bagi obligasi yang diterbitkan dengan premium atau diskon.
d. Jelaskan bagaimana mencatat dan mengklasifikasikan keuntungan atau kerugian pembelian kembali obligasi jangka panjang sebelum jatuh tempo.
e. Berikan penilaian atas akuntansi obligasi dalam analisis laporan keuangan.

Jawab :
a. Warrant adalah hak untuk membeli saham biasa pada waktu dan harga yang sudah ditentukan. Biasanya warrant dijual bersamaan dengan surat berharga lainnya seperti obligasi. Waran di tebitkan dengan tujuan agar investor tertarik membeli obligasi atau surat berharga lainnya yang diterbitkan emiten (emiten adalah perusahaan penerbit). Waran akan berada di posisi kredit seperti halnya obligasi ataupun saham.
b. Serial bond atau obligasi seri adalah Sebuah penerbitan obligasi di mana sebagian dari obligasi yang beredar jatuh tempo pada interval teratur sampai akhirnya seluruh obligasi telah jatuh tempo seluruhnya. Untuk obligasi berajngka pada dasarnya semua obligasi mempunyai term masing-masing yang telah ditetapkan dan tercantum dalam obligasi tersebut. Jadi serial bond juga dapat dikatakan bagian dari term bond.
c. Jika obligasi bernilai premium maka premium tersebut mengurangi biaya bunga yang harus dibayarkan. Amortisasi premium akan dialokasikan setiap tahunnya sampai waktu obligasi tersebut habis. ketika beban bunga telah ditentukan dan dihitung maka setiap tahunnya akan berbeda karena amortisasi dari premium tersebut akan mengurangi jumlah kas yang harus dibayar pada saat jatuh tempo atau setiap tanggal yang telah disepakati.
Jika obligasi bernilai diskon maka diskon tersebut akan menambah beban bunga yang harus dibayarkan. Amortisasi diskon dialokasikan setiap tahunnya sampai waktu obligasi tersebut habis. Ketika beban bunga telah ditentukan dan dihitung maka setiap tahunnya akan berbeda pula sama halnya dengan premium. Karena diskon tersebut akan menambah jumlah kas yang harus dibayar setiap tanggal yang telah disepakati.
Sedangkan untuk nilai buku utang tersebut akan berbeda setiap tahun karena premium ataupun diskon akan sama-sama mempengaruhi jumlah kas yang harus dibayarkan. Namun pada akhirnya atau saat jatuh tempo nilai obligasi akan tercatat sama dengan nilai pada saat obligasi tersebut diterbitkan (maksdunya nilai sama dengan nilai nominal obligasi tersebut)
d. Semakin mendekati jatuh tempo dari obligasi nilai pasar akan mendekati nilai wajar obligasi tersebut. Jika dilakukan pembelian kembali maka si pembeli biasanya akan membayar bunga terlebih dahulu (jika pembelian tidak bersamaan dengan pembayaran bunga) yang kemudian akan tergantikan pada saat jatuh tempo. Diskon ataupun premium akan diperlakukan sama seperti halnya pada pembelian pertama.
e. Obligasi akan dilaporkan pada nilai wajar masing-masing (pada nilai pasar) pada saat tanggal neraca. Semua perubahan nilai obligasi akan dilaporkan pada laporan laba rugi. Dasar pelaporan yang dicantumkan pada neraca menurut nilai wajarnya akan menimbulkan masalah yaitu jika obligasi atau utang jangka panjang perusahaan yang dilaporkan akan turun ketika posisi kredit perusahaan memburuk. Namun penurunan dalam nilai obligasi yang dilaporkan akan menghasilkan laba bagi perusahaan. Keanehan ini adalah bahwa penurunan posisi kredit perusahaan akan terjadi hanya apabila erdapat pengurangan yang material pada nilai wajar asset perusahaan. Pengurangan nilai wajar asset perusahaan akan mengakibatkan kerugian yang material selama periode tersebut. Meng-offset kerugian ini dengan laba yang dihasilkan dari penurunan nilai wajar utang akan merefleksikan dengan benar kerugian saham yang ditimbulkan oleh pemegang ekuitas dan utang.

source : analisis laporan keuangan K.R Subramanyam dan John J. Wild edisi 10 salemba empat.
a.n : jawabannya belum tentu benar, jadi buat yang baca blog ini cek lagi kebenarannya.