Soal 1-10 : beberapa rasio untuk tiga perusahaan berbeda yang beroperasi dalam 3 industri berbeda (dagang, farmasi, dan utilitas) dilaporkan dalam table di bawah ini :

Keterangan : n.a = not applicable (tidak dapat diaplikasikan)

Diminta : identifikasi industry untuk masing-masing perusahaan. Berikan setidaknya dua alasan untuk mendukung masing-masing pilihan anda.

Jawab :
Identifikasi Perusahaan A (perusahaan dagang)
* Rasio margin laba kotor sebesar 18% : biaya produksi yang dikeluarkan oleh Perusahaan A sangat besar, karena semakin kecil margin laba kotor maka biaya produksi yang di tanggung oleh perusahaan semakin besar, sebaliknya jika margin laba kotor besar maka biaya produksinya kecil.
* Rasio margin laba bersih sebesar 2% : Perusahaan A tidak mampu menghasilkan laba yang tinggi sehingga akan mempengaruhi pembagian deviden. Jika laba bersih kecil maka pembagian deviden pun akan kecil.
* Rasio Penelitian dan pengembangan terhadap penjualan sebesar 0%: perusahaan A tidak melakukan penelitian dan pengembangan karena perusahaan A termasuk perusahaan dagang dengan tujuan untuk memperkecil biaya operasi.
* Rasio iklan terhadap penjualan sebesar 7% : perusahaan mengeluarkan biaya iklan untuk mendongkrang penjualan dengan rasio 7%.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan sebesar 1% : penjualan yang dilakukan oleh perusahaan A terdapat beban bunga sebesar 1%. Angka ini termasuk kecil sehingga dapat meringankan biaya yang akan mempengaruhi laba bersih yang akan dihasilkan perusahaan tersebut.
* Pengembalian atas investasi (ROA) sebesar 11% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 11sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 95 kali : dalam setahun piutang usaha berputar 95 kali. semakin besar nilai perputaran dari piutang usaha maka semakin efisien perusahaan tersebut. Oleh karena itu perusahaan ini termasuk efisien dalam mengelola piutang usahanya. Untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut akan menjadi kas maka harus dicari rata-rata umur piutang tersebut akan terkumpul, dengan menggunakan rumus :
Rata-rata umur piutang = 365/(perputaran piutang )
Dengan asumsi dalam satu tahun terdapat 365 hari.
Maka rata-rata umur piutang tersebut adalah : 365/(95 ) = 3,8 hari dibulatkan menjadi 4 hari.
Jika rata-rata umur piutang kecil ini menandakan bahwa resiko tidak kembalinya piutang perusahaan A sangatlah kecil dengan mengingat rata-rata umur piutang perusahaan ini selama 4 hari. Berarti setiap 4 hari sekali piutang akan menjadi kas.
* Perputaran persediaan 9 kali : dalam setahun persediaan pada perusahaan A berputar sebanyak 9 kali. Semakin besar perputarannya semakin bagus karena idle capacity pada perusahaan tersebut sangat kecil. Sebaliknya jika perusahaan memiliki perputaran persediaan yang kecil haruslah diwaspadai karena banyak barang yang menganggur di gudang dengan jumlah yang besar. Untuk mengetahui lamanya umur persediaan harus terlebih dahulu dihitung rata-rata umur persediaanya, dengan rumus :
Rata-rata umur persediaan = 365/(perputaran persediaan )
Dengan asumsi dalam satu tahun terdapat 365 hari.
Maka rata-rata umur persediaan tersebut adalah : 365/9 = 40,5 hari dibulatkan menjadi 41 hari.
Persediaan akan berputar setiap 40 hari sekali dalam setahun. Manajemen cukup efektif dalam mengelola persediaan perusahaan.
* Utang jangka panjang terhadap ekuitas sebesar 64% : setiap 0,64 hutang dijamin dengan $.1 aset perusahaan. Semakin kecil nilia rasio ini akan semakin bagus tingkat solvabilitasnya karena dengan rasio yang kecil menunjukan kondisi perusahaan yang sehat.

Identifikasi Perusahaan B (Perusahaan Farmasi- manufaktur)
* Rasio margin laba kotor sebesar 53% : Perusahaan memperoleh laba kotor yang besar yang dapat menutupi biaya produksinya karena biaya produksinya yang kecil (sebelum menilai margin laba bersih).
* Rasio margin laba bersih sebesar 14% : dari rasio laba kotor sebesar 53% perusahaan hanya mampu menghasilkan margin laba bersih sebesar 14%. Selisih margin laba kotor dan laba bersih terlalu besar yaitu sebesar 39% menandakan banyaknya biaya produksi dan biaya operasi yang di tanggung oleh perusahaan.
* Rasio penelitian dan pengembangan terhadap penjualan 17% : karena perusahaan B adalah perusahaan farmasi yang bergerak dalam bidang manufaktur dan mengolah obat-obatan maka perusahaan perlu melakukan riset atau penelitian dan pengembangan untuk menjamin produk yang dihasilkannya aman dan dapat diterima oleh masyarakat serta disahkan oleh pemerintah terkait.
* Rasio iklan terhadap penjualan 4% : walaupun margin laba kotor terlihat besar namun dari ratio iklan terhadap penjulan yang sebesar 4% ternyata tidak terlalu mempengaruhi penjualan karena laba bersih yang didapat kecil jika dibandingkan dengan laba kotor.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan 1% : penjualan yang dilakukan oleh perusahaan A terdapat beban bunga sebesar 1%. Angka ini termasuk kecil sehingga dapat meringankan biaya yang akan mempengaruhi laba bersih yang akan dihasilkan perusahaan tersebut.
* Pengembalian atas investasi (ROA) 12% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 12 sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 5 kali : dalam setahun piutang perusahaan B hanya berputar sebanyak 5 kali, ini artinya tingkat perputaran piutangnya rendah. Kita akan mencari tahu berapa lama piutang itu terkumpul yang akan dikonversikan menjadi kas dengan rumus yang sama yang telah diberikan diatas pada perusahaan A.
Rata-rata umur piutang = 365/(5 ) = 73 hari
Piutang akan terkumpul dalam 73 hari.
* Perputaran persediaan 3 kali : dalam setahun persediaan yang berputar sebanyak 3 kali. Angka ini sangatlah rendah yang dikhawatirkan banyaknya barang yang menggangur di gudang. Kita hitung rata-rata umur persediaan.
Rata-rata umur persediaan = 365/(3 ) = 121,6 hari dibulatkan menjadi 122 hari.
Jumlah yang cukup besar ini berarti persediaan akan berputar setiap 122 hari atau kurang lebih akan berputar 3 bulan sekali. Jadi tidak heran jika perputaran persediaanya hanya 3 kali dalam setahun.
* Utang jangka panjang 45% : setiap 0,45 hutang dijamin dengan $1 aset perusahaan. angka yang cukup kecil untuk perusahaan manufaktur. Semakin nilai rasio tersebut kecil maka semakin baik untuk perusahaan.

Identifikasi Perusahaan C (perusahaan utilitas)
* Rasio margin laba bersih 8% : menunjukan bahwa perusahaan utilitas ini hanya mempu menghasilkan laba bersih yang kecil dan akan membagi deviden yang relative kecil pula. Selain itu perusahaan jasa ini memngeluarkan biaya dan beban operasi yang relative besar.
* Rasio penelitian dan pengembangan terhadap penjualan 0,1% : perusahaan hanya mengeluarkan biaya ini dengan jumlah yang kecil.
* Rasio iklan terhadap penjualan 0,1% : untuk iklan perusahaan pun mengeluarkan biaya yang kecil. Sehingga mengurangi beban perusahaan dalam menanggung biaya dan beban operasinya. Kemungkinana yang menyebabkan perusahaan ini mendapatkan laba yang kecil adalah terletak pada biaya-biaya lain atau hutang yang dimiliki perusahaan.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan 15% : perusahaan harus menanggung beban yang cukup besar dalam setiap penjualan produknya.
* Pengembalian atas investasi (ROA) 7% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 7 sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 11 kali : dalam setahun piutang akan mengalami perputaran sebanyak 11 kali. Rata-rata hari untuk pengumpulan piutang tersebut adalah :
Rata-rata umur piutang = 365/11 = 33,18 hari dibulatkan menjadi 33 hari.
Perusahaan akan menerima kas dari piutang tersebut dalam waktu 33 hari atau sebulan lebih. Jadi dalam setipa bulannya kas perusahaan akan bertambah.
* Perputaran persediaan n.a : karena Perusahaan C tergolong perusahaan utilitas atau jasa maka perusahaan ini tidak memiliki persediaan.
* Utang jangka panjang terhadap ekuitas 89% : setiap 0,89 hutang dijamin dengan $1 aset perusahaan. nilai ini sangat mengkhawatirkan hampir mencapai 90% yang artinya keadaan perusahaan tidak efisien. Kemungkinan perusahaan ini mempunyai kewajiban yang lebih besar disbanding dengan total assetnya.

Dari ketiga perusahaan diatas perusahaan yang paling efektif dalam segi likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas adalah Perusahaan A. alasannya :
1 Semakin besar margin untuk laba kotor maupun laba bersih maka semakin baik perusahaan itu dan biaya yang ditanggungpun akan semakin kecil. Walaupun perusahaan A memiliki margin laba kotor dan laba bersih yang kecil dibandingkan dengan perusahaan lainnya namun selisih rasio antara laba kotor dan laba bersih sangat kecil yaitu 6% sedangkan untuk perusahaan B sebesar 39% dan perusahaan C kita anggap 8%. Berarti biaya produknya kecil dibanding dengan perusahaan lain. Maka tingkat kinerja operasinya baik walaupun menghasilkan laba bersih yang kecil yang akan mempengaruhi pembagian deviden yang kecil pula.
2 Rasio biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka meningkatkan penjualan berada ditengah-tengah ketiga perusahaan diatas. Tanpa melakukan penelitian dan pengembangan perusahaan sudah mampu menghasilkan laba, kemungkinana perusahaan mengalihkan biaya ini menjadi biaya iklan sehubungan dengan jenis perusahaan ini yaitu perusahaan dagang.
3 Untuk perputaran piutang perusahaan A sangatlah efektif, pihak manajemen mapu mengendalikan piutangnya dengan baik Karena memiliki nilai yang tinggi yaitu 95 kali dalam setahun dengan pengumpulan umur piutang rata-rata setiap 4 hari sekali. Dengan kata lain, perusahaan A akan menerima kas dari hasil piutang setiap 4 hari sekali. Sedangkan perusahaan lainnya sangat jauh dibawah Perusahaan A.
4 Perusahaan A akan mengalami perputaran persediaan sebanyak 9 kali dalam setahun dengan rata-rata umur persediaan selama 41 hari. Lebih bagus disbanding dengan perusahaan B.
5 Semakin kecil nilai rasio dari utang jangka panjang terhadap ekuitas maka semakin baik performa perusahaan tersebut. Walaupun nilai rasio yang paling kecil dimiliki oleh perusahaan B namun dilihat dari keseluruhan data yang ada perusahaan A merupakan perusahaan yang cukup efektif dalam mengelola kewajiban jangka panjangnya. Setidaknya total asset perusahaan masih lebih besar daripada total kewajibannya.

6. perusahaan A berani untuk mengambil resiko mendapatkan laba yang tidak besar tetapi perputaran piutang dagangnya lancar dan persediaan yang mengganggur di gudang tidak banyak. oleh karena itu laba yang di peroleh sedikit namun manajemen mampu meningkatkan kinerja dalam hal piutang dan persediaan.

n.a : ini tugas softskill untuk mata kuliah Analisis Laporan Keuangan.
untuk umum yang membaca blog ini harus diteliti atau diuji dulu kebenarannya karena saya sendiri masih dalam proses belajar. mohon maaf jika ada kesalahan. ini merupakan tugas softskill yang harus diselasaikan dan setiap orang yang mengakses internet dapat membacanya oleh karena itu saya mengerjakan dengan semaksimal mungkin.
soal diambil dari buku analisis laporan keuangan K.R Subramanyam dan John J. Wild edisi 10 salemba empat.