Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses untuk yang diperlukan untuk memenuhi tujuan dalam suatu kegiatan manajemen.

Tujuan adanya Sistem Informasi Manajemen adalah untuk :

  1. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk dan dan tujuan lainnya yang diperlukan manajemen.
  2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan kelanjutan.
  3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manager dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi  akuntansi  manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

Sekarang kita bahas Siklus Hidup Sistem.

Siklus Hidup Sistem adalah Proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer.

Tahap-tahap siklus hidup diantaranya :

  1. Perencanaan.. langkah-langkah dalam tahap perencanaan adalah sebagai berikut :
    • Menyadari masalah.
    • Mendefinisikan masalah.
    • Menentukan tujuan sistem.
    • Mengidentifikasi kendala – kendala sistem.
    • Membuat studi kelayakan ; tinjauan sekilas pada faktor – faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan – tujuan yang diinginkan.
    • Mempersiapkan usulan penelitian sistem.
    • Menyetujui atau menolak penelitian proyek.
    • Menetapkan mekanisme pengendalian.

2. Analisis..Langkah-langkah dalam tahap analisis sebagai berikut :

  • Penelitian sistem.
  • Mengorganisasikan tim proyek.
  • Mendefinisikan kebutuhan informasi.
  • Mendefinisikan kriteria kinerja sistem.
  • Menyiapkan usulan rancangan.
  • Menyetujui / menolak rancangan proyek.

3. Perancangan..Langkah-langkah dalam tahap analisis sebagai berikut :

  • Menyiapkan rancangan sistem yang terinci.
  • Mengidentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi sistem.
  • Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem.
  • Memilih konfigurasi yang terbaik.
  • Menyiapkan usulan penerapan.
  • Menyetujui / menolak penerapan sistem.

4. Penerapan/Implementasi..langkah-langkah dalam tahap Penerapan :

  • Merencanakan penerapan.
  • Mengumumkan penerapan.
  • Mendapatkan sumber daya hardware.
  • Mendapatkan sumber daya software.
  • Menyiapkan database.
  • Menyiapkan fasilitas fisik.
  • Mendidik peserta dan user.
  • Masuk ke sistem baru.

5. Penggunaan.. Langkah-langkah dalam tahap penggunaan :

  • Menggunakan sistem.
  • Audit sistem.
  • Memelihara sistem, dilakukan untuk 3 alasan :

i. Memperbaiki kesalahan.

ii. Menjaga kemutakhiran sistem.

iii. Meningkatkan kinerja sistem.

Prototyping adalah suatu versi dari sebuah system potensial yang memberikan ide bagi para pengembang dan calon penggun, bagaimana system akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai.

Terdapat 2 jenis prototype, yaitu :

  1. Prototipe Evolusioner , terus menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yg dibutuhkan pengguna dari system yang baru lalu dilanjutkan produksi. Kemudian satu prototype evolusioner akan menjadi system actual.
  2. Prototipe Persyaratan, dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefinisikan persyaratan-persyaratan fungsional dari system baru ketika pengguna tidak mampu mengungkapkan dengan jelas apa yang mereka inginkan.  Ketika persyaratan ditentukan, prototipe persyaratan telah mencapai tujuannya dan proyek lain akan dimulai dengan mengembangkan system baru. Oleh karena itu, suatu prototipe persyaratan tidak selalu menjadi system actual.

Daya tarik Prototyping :

  1. Analis sistem dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan user.
  2. User berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
  3. Spesialis informasi dan user dapat menghemat waktu dan usaha dalam mengembangkan sistem.
  4. Komunikasi antar analis sistem dan user membaik.
  5. Penerapan menjadi lebih mudah karena user mengetahui apa yang diharapkanya.

Kelemahan dari prototyping :

  1. Tergesa-gesa dalam menyerahkan prototipe dapat menyebabkan diambilnya jalan pintas dalm definisi masalah, evaluasi alternative, dan dokumentasi. Jalan pintas ini akan menciptakan usaha yang cepat dan kotor.
  2. Kegembiraan yang berlebihan dari pengguna karena prototipe yang diberikan, akan mengarah pada ekspektasi yang tidak realistis sehubungan dengan system produksi nantinya.
  3. Prototipe evolusioner bisa jadi tidak terlalu efisien.
  4. Hubungan antara computer dan manusia yang diberikan oleh beberapa alat prototyping tertentu bisa jadi tidak mencerminkan teknik-teknik desain yang baik.

Source : wikipedia, SIM Raymond McLeod & George P

 

i. Memperbaiki kesalahan.

ii. Menjaga kemutakhiran sistem.

iii. Meningkatkan kinerja sistem.